Mengenal Apa Itu Saham, Jenis, dan Keuntungannya

2 min read

Mengenal Apa Itu Saham, Jenis, dan Keuntungannya-min

Saham adalah instrumen keuangan yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian orang, terutama bagi mereka yang tertarik dalam investasi dan dunia keuangan. Namun, bagi yang masih baru dalam dunia ini, seringkali pertanyaan mendasar seperti “Apa itu saham?” dan “Jenis saham apa saja yang ada?” mungkin masih menjadi tanda tanya besar. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai apa itu saham, berbagai jenis saham yang tersedia, dan potensi keuntungannya.

Apa Itu Saham?

Saham adalah salah satu bentuk kepemilikan dalam suatu perusahaan. Ketika Anda membeli saham, Anda sebenarnya membeli sebagian kecil dari perusahaan tersebut. Dalam hal ini, Anda menjadi pemegang saham atau pemilik sebagian kecil dari perusahaan tersebut. Konsep ini dikenal sebagai kepemilikan ekuitas.

Baca Juga : 8 Tip & Cara Nabung Saham di BRI

Ada dua jenis saham utama yang diterbitkan oleh perusahaan:

Saham Biasa (Common Stock)

Saham biasa adalah jenis saham yang paling umum. Pemegang saham biasa memiliki hak untuk menghadiri pertemuan pemegang saham perusahaan dan memiliki hak suara dalam keputusan-keputusan penting perusahaan. Namun, mereka juga memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan dengan pemegang saham preferen karena dividen mereka bisa bervariasi dan tidak dijamin.

Saham Preferen (Preferred Stock)

Saham preferen memberikan beberapa keuntungan kepada pemegangnya. Mereka memiliki prioritas dalam pembagian dividen dibandingkan dengan pemegang saham biasa. Selain itu, jika perusahaan bangkrut atau di likuidasi, pemegang saham preferen memiliki klaim lebih tinggi terhadap aset perusahaan. Namun, pemegang saham preferen biasanya tidak memiliki hak suara dalam keputusan perusahaan sebagaimana yang dimiliki oleh pemegang saham biasa.

Jenis-Jenis Saham

Saham bisa dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan berbagai kriteria. Beberapa jenis saham yang umum termasuk:

1. Berdasarkan Hak Suara

  • Saham dengan Hak Suara Penuh: Pemegang saham ini memiliki hak penuh dalam mengambil keputusan perusahaan.
  • Saham Tanpa Hak Suara: Pemegang saham ini tidak memiliki hak suara dalam keputusan perusahaan.

2. Berdasarkan Dividen

  • Saham Dividen Tetap: Pemegang saham ini menerima dividen dengan jumlah tetap dan biasanya pemegang saham preferen.
  • Saham Dividen Variabel: Dividen pemegang saham ini bisa bervariasi tergantung pada kinerja perusahaan.

3. Berdasarkan Sektor Industri

  • Saham Sektor Teknologi: Terkait dengan perusahaan-perusahaan teknologi, seperti perusahaan teknologi besar seperti Apple, Google, dan Microsoft.
  • Saham Sektor Keuangan: Terkait dengan perusahaan-perusahaan dalam sektor keuangan, seperti bank dan perusahaan asuransi.

4. Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

  • Saham Kapitalisasi Besar (Large-Cap): Saham dari perusahaan besar dengan kapitalisasi pasar yang tinggi.
  • Saham Kapitalisasi Menengah (Mid-Cap): Saham dari perusahaan menengah dengan kapitalisasi pasar yang sedang.
  • Saham Kapitalisasi Kecil (Small-Cap): Saham dari perusahaan kecil dengan kapitalisasi pasar yang rendah.

Keuntungan Investasi Saham

Investasi dalam saham dapat memberikan beberapa keuntungan yang menarik, terutama bagi investor jangka panjang:

1. Potensi Pertumbuhan Nilai Investasi

Saham memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan besar dari kenaikan nilai saham. Jika Anda menginvestasikan uang Anda dalam saham yang berkembang pesat, Anda dapat melihat nilai investasi Anda tumbuh seiring waktu.

2. Dividen

Beberapa saham, terutama saham preferen, membayar dividen kepada pemegang saham secara reguler. Ini dapat menjadi sumber pendapatan yang stabil.

3. Hak Suara

Pemegang saham biasa memiliki hak suara dalam keputusan perusahaan. Ini memungkinkan Anda untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan perusahaan yang mendasar.

4. Diversifikasi Portofolio

Investasi dalam saham memungkinkan Anda untuk diversifikasi portofolio Anda. Dengan memiliki berbagai saham dari berbagai perusahaan dan sektor, Anda dapat mengurangi risiko yang terkait dengan kinerja satu perusahaan atau sektor tertentu.

5. Likuiditas

Saham umumnya cukup likuid, yang berarti Anda dapat dengan mudah membeli atau menjual saham Anda di pasar saham.

Baca Juga : Mengenal Keuntungan Menabung di Neobank untuk Generasi Muda

Namun, penting untuk diingat bahwa investasi saham juga memiliki risiko. Nilai saham dapat naik turun, dan tidak ada jaminan bahwa Anda akan mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan riset yang baik dan memiliki strategi investasi yang matang.

Kesimpulan

Saham adalah instrumen investasi yang penting dalam dunia keuangan. Dengan memahami apa itu saham dan jenis-jenisnya, Anda dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik. Investasi dalam saham dapat memberikan potensi pertumbuhan nilai investasi yang signifikan, pendapatan dividen, dan hak suara dalam pengambilan keputusan perusahaan. Namun, risiko juga selalu ada dalam investasi saham, sehingga Anda harus berinvestasi dengan bijak dan sesuai dengan profil risiko Anda.

Jangan lupa selalu berkonsultasi dengan penasihat keuangan atau profesional keuangan yang kompeten sebelum melakukan investasi saham, terutama jika Anda masih pemula dalam dunia investasi ini. Semoga artikel ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang apa itu saham dan potensi investasinya.