Apa Itu Opistotonus? Pengebab dan Gejala

1 min read

Apa Itu Opistotonus Pengebab dan Gejala

Opistotonus adalah suatu kondisi abnormal pada tubuh di mana tubuh terlihat kaku dan melengkung ke belakang, dengan kepala tertekuk ke belakang. Beberapa sumber menyebutkan bahwa opitotonus adalah posisi tidak seimbang yang disebabkan oleh kontraksi otot yang tidak henti-hentinya, sehingga semua otot yang berlawanan terjepit.

Gejala ini ditandai dengan tulang punggung yang melengkung ke belakang, tungkai yang meregang, dan siku yang terlipat. Kondisi ini biasanya terjadi pada penderita tetanus atau orang yang teracuni obat strokinin. Untuk mengurangi gejala ini, biasanya diberikan obat penenang dan pelemas otot. Namun, untuk menyembuhkan opitotonus diperlukan pengobatan terhadap penyebabnya. Jika penderita opitotonus terlentang, hanya bagian belakang kepala dan tumit yang menyentuh permukaan.

Opitotonus lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak daripada pada orang dewasa, karena sistem saraf anak-anak masih belum matang. Obat-obatan seperti fenotiazin dan obat antipsikotik lainnya dapat menyebabkan efek samping bernama reaksi dystonic akut, di mana opitotonus merupakan bagian dari reaksi tersebut. Dalam kasus yang jarang terjadi, bayi yang lahir dari ibu yang minum alkohol dalam jumlah besar selama kehamilan mungkin memiliki opitotonus karena withdrawal alkohol.

Pengebab Opistotonus

Opistotonus biasanya disebabkan oleh penyakit atau kondisi yang menyebabkan kekejangan otot atau spasme otot. Beberapa penyebab yang mungkin menyebabkan opistotonus adalah:

  1. Tetanus: Penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Penyakit ini menyebabkan kekejangan otot yang dapat menyebabkan opistotonus.
  2. Obat-obatan: Beberapa obat-obatan, terutama obat antipsikotik dan obat penenang, dapat menyebabkan opistotonus sebagai efek samping.
  3. Alkohol withdrawal: Pada orang yang mengalami ketergantungan alkohol, opistotonus mungkin terjadi saat alkohol dihentikan secara tiba-tiba.
  4. Strokinin: Obat yang digunakan untuk mengobati asma dan bronkitis, namun dapat menyebabkan opistotonus jika dosisnya terlalu tinggi.
  5. Penyakit saraf: Beberapa penyakit saraf, seperti ensefalitis atau meningitis, dapat menyebabkan opistotonus.
  6. Trauma kepala: Cedera kepala yang parah dapat menyebabkan kekejangan otot dan opistotonus.
Baca Juga :   Apakah ada vaksin untuk penyakit virus Ebola?

Opistotonus juga dapat terjadi pada bayi yang lahir dari ibu yang minum alkohol dalam jumlah besar selama kehamilan.

Gejala Opistotonus

Gejala utama dari opistotonus adalah kekejangan otot yang menyebabkan tubuh terlihat kaku dan melengkung ke belakang, dengan kepala tertekuk ke belakang. Gejala lain yang mungkin terlihat pada orang yang menderita opistotonus adalah:

  1. Otot yang terasa tegang atau kaku
  2. Otot yang menjadi lemah atau tidak bekerja dengan baik
  3. Nyeri otot
  4. Kelelahan
  5. Demam
  6. Sesak nafas
  7. Mual dan muntah

Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami gejala-gejala ini, segeralah pergi ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Opistotonus bisa menjadi kondisi yang serius dan memerlukan pengobatan yang cepat dan tepat.